Disiplin di Sekolah Asrama Seperti Ini

Apabila telat bangun, tentu kau masih dapat mandi secepat kilat supaya konsisten wangi sesampainya di sekolah. Tetapi di asrama, telat bangun berarti sepatutnya berurusan dengan antrian panjang di kamar mandi.

“Sebab sahabat-sahabat lainnya juga akan berangkat sekolah, karenanya kita sepatutnya belajar mengontrol waktu, berbagi dan toleransi,” ujar cowok yang pernah menikmati studi di sekolah berasrama, Triska Syattwa Wisnu Wardana.

Baca Juga Dari Halaman : bit.ly/2AdScTq

Wisnu, demikian ia lazim disapa menuturkan, menjalani pengajaran di sekolah berasrama menempa kedisiplinan. Pasalnya, seluruh telah dibatasi dan terprogram . Melanggar sedikit saja, kita yang rugi, pun mendapatkan sanksi.

“Contohnya, sekiranya tak di asrama, mungkin tak keadaan sulit bila berangkat sekolah tanpa sarapan sebab dapat makan di sekolah. Tapi, di asrama, waktu sarapan telah dibatasi sedemikian rupa,” tutur Wisnu saat berbincang dengan belum lama ini.

Bukan cuma soal mandi dan makan, tamatan Sampoerna Academy Boarding  itu bercerita, siswa sekolah asrama sepatutnya mematuhi setumpuk hukum. Contohnya, soal waktu belajar dan rekreasi. Apabila tak, karenanya ada konsekuensinya seperti menjaga tanaman atau mengepel lorong asrama selama sebagian waktu.

Tamatan SMP Al-Kautsar, Bandar Lampung hal yang demikian mengaku, pelbagai aturan yang diatur sekolah tak membuatnya gerah. Sebaliknya, justru ia merasa sungguh-sungguh terbantu.

Undang-undang sekolah untuk rekreasi juga ada. Siswa, kata Wisnu, diperbolehkan keluar asrama tiap-tiap pekan. “Namun sekiranya keluar dan menginap, cuma boleh dua kali dalam sebulan,” imbuh Wisnu.

Ketatnya aturan di sekolah asrama juga berlaku untuk pembelajaran dan skor-skor yang sepatutnya dikantongi siswa. Apabila ada siswa mendapatkan skor di bawah standar, karenanya mereka akan ditempatkan terpisah dari siswa lainnya. Di sini, siswa hal yang demikian akan mendapatkan perhatian dan tuntunan akademis lebih dari guru sampai nilainya membaik.

“Memang seperti diasingkan. Namun sistem itu sukses, skor-skor mereka jadi jauh lebih bagus,” kata Wisnu.

Sebab tak mempunyai banyak jalan masuk keluar asrama, karenanya Wisnu dan sahabat-sahabatnya malahan memutar otak supaya mendapatkan bantuan akademis. Mereka malahan berinisiatif membikin kelas tambahan seusai sekolah. Pendidiknya, dapat para guru ataupun sahabat dan senior yang lebih memahami pembelajaran.

“Apabila sekolah tanpa asrama, kita dapat mengandalkan bantuan guru les. Namun di sekolah asrama, kita saling belajar dari sahabat-sahabat di sini,” pungkasnya.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *