Emotional Eating, Ketika Stres Pengaruhi Makan

emotional eating

Ketika sedang stres, seringkali hal pertama yang tercetus di benak individu ialah makan. Pikirnya, dengan makan, pikiran yang stres akan sirna dan perasaan akan membaik.

Kunjungi Juga : https://transferfactorformula.com/7-manfaat-kesehatan-dari-daun-sukun/

Sebuah penelitian menemukan 30 persen wanita dan 24 persen pria menyelesaikan stres dengan mengkonsumsi makanan yang berlebihan.

“Secara psikis, dikala merasa buruk tubuh akan bereaksi mencari sesuatu yang lebih bagus sebagai defens mechanism. Dalam situasi ini, seseorang lazimnya mengharapkan makanan berkalori tinggi dengan nutrisi minim, seperti es krim, kudapan manis, cokelat, kentang goreng atau pizza,”

Tara menambahkan, dikala stres pengambilan keputusan seringkali tak pas, termasuk alternatif dikala makan. Itu sebabnya banyak orang yang kemudian menyesal sesudah makan banyak.

Tanpa disadari, tradisi hal yang demikian bisa memicu emotional eating yang bisa meningkatnya asupan Gula Garam Lemak (GGL) sehingga tubuh rentan akan penyakit seperti obesitas, diabetes, darah tinggi dan penyakit jantung.

“Saat situasi ini terus berulang, karenanya tubuh akan menaruh kalori dalam jumlah besar. Emotional eating yang tak ditangani akan menyebabkan gangguan lahiriah seperti kegemukan atau obesitas,” tambahnya.

Emotional eating juga lazimnya diberi pengaruh sebab pola asuh semenjak kecil. Seumpama dikala sedang belajar, disuguhi camilan atau dikala menangis dikasih permen atau makanan manis lainnya supaya menjadi lebih hening.

“Semenjak kecil dididik untuk makan biar lebih nyaman. Sebab itu dikala dewasa baru ngeh jika stres karenanya pelampiasannya makan,” lanjutnya.

Tara menghimbau, emotional eating atau memberi makan emosional memang terkesan simpel namun memunculkan bahaya bagi tubuh. Karena, emotional eating erat hubungannya antara metode pencernaan dan pikiran sebagai sentra pengatur lapar.

“Jadi dikala stres ada bagusnya untuk mencari elemen penyebabnya. Makan boleh, namun jika berlebihan juga dapat bahaya,” pungkasnya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *