Negeri di Australia Larang Pengaplikasian Seluler Untuk Sekolah

Sekolah swasta international schools in Jakarta dan negeri di Australia setuju untuk melegalkan larangan penerapan telpon seluler pada murid selama berada di lingkungan sekolah. Hal hal yang demikian perlu dikerjakan demi mengurangi stres pada semua siswa.

Sekolah swasta khusus laki-laki, Newington College, bersama dengan Deniliquin High School, Shore School, dan Tara Anglican School for Girls –yang semuanya berbasis di Sydney– telah mengaplikasikan hukum baru hal yang demikian semenjak permulaan semester keempat.

Dalam sebuah pengumuman, Newington College cuma membolehkan para siswa untuk memeriksa telpon seluler secara singkat, sekitar 5 menit, dikala jam rehat dan makan siang. Sesudah itu, mereka mesti menempatkannya kembali di loker.

Walaupun untuk orang tua atau wali murid, bisa menghubungi putra dan putri mereka lewat resepsionis sekolah, Fairfax News melaporkan.

Sekarang di Australia, kian banyak sekolah sudah melembagakan larangan hal yang demikian. Karena berdasarkan mereka, telepon seluler atau telpon seluler cakap menurunkan tingkat fokus si kecil dan meningkatkan stres.

Sekolah-sekolah yang melarang penerapan telpon seluler sudah melaporkan adanya peningkatan interaksi dan percakapan antar siswa, bagus selama rehat ataupun kesibukan jasmani lainnya.

Newington College, yang berlokasi di pinggiran barat kota Sydney, Australia, mengaplikasikan larangan hal yang demikian sesudah pihak sekolah merasa gagal dalam mengajar murid-muridnya supaya memakai telpon seluler secara bertanggung jawab.

Tetapi di samping itu, banyak pula siswa-siswa Newington College yang bergumul dengan kebijakan baru hal yang demikian.

Beradasarkan tinjauan pemerintah New South Wales kepada penerapan telpon seluler di sekolah, mereka menemukan bahwa alat komunikasi ini bisa menjadi media pelajaran yang konstruktif. Sayangnya, gawai hal yang demikian juga mempunyai dampak negatif.

Interupsi pesan dan panggilan yang terus-menerus, rasa takut kehilangan dan gangguan kejiwaan, menjadi pemicu utama meningkatnya stres dan fokus yang buruk pada si kecil muda.

“Sekolah ini percaya bahwa siswa akan menerima manfaat akademis dan sosial yang lebih besar, jikalau tak mengaplikasikan telpon seluler mereka di lingkungan sekolah,” tulis keterangan dari Newington College.

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *