Pasar Tua di Melbourne Dengan Stiker Terkeren

Si Bungsu, Suri Adlina, yang kuliah di Melbourne rekomendasikan Prahran Market untuk dikunjungi di Melbourne. Anjuran itu disajikan masih dalam penerbangan Qantas QF 433 dari Sydney ke Melbourne, Sabtu sore. Apa istimewanya? . “ Itu daerah makan keluarga paling asyik bila hari Pekan, “ promosi Nona— panggilan si Bungsu. Siyaap.

Inilah Pasar Prahran. Rupanya bukan pasar awam. Bukan sekadar daerah makan nikmat bagi keluarga di hari libur. Namun pasar yang menaruh sejarah panjang yang menarik untuk disimak. Usia saja telah lebih satu separuh abad. Tepatnya 155 tahun.

Prahran Market didirikan tahun 1864. Tujuannya memanjakan pecinta masakan merasakan makanan segar dari bahan bahan segar berkualitas dari kebun sendiri. Prahran memang mulanya diketahui sebagai lahan pertanian kecil dan kebun pasar. Tetapi seluruh lahan pertanian dan kebun itu telah lenyap.

Kini tinggal pasar sentral. Pasar yang mempunyai peralatan seluruh yang diperlukan di satu daerah. Dari toko sayur mayur, buah-buahkan segar, toko ikan, hingga daging. Bagus mentah ataupun olahan, hingga yang siap saji.

Pekan aku berkeliling pasar itu bersama isteri, dipandu Suri Adlina. Naik trem free pergi pulang dari rumah di wilayah South Yarra, Melbourne.

Sebagai penggemar masakan tentulah merekat semboyan ini. Tiada kebahagiaan melebihi kebahagiaan bersua masakan di daerah yang bersejarah. Kami bersantap Fish & Chips di restoran yang usianya satu abad.

Pasar Prahran buka tiap hari selain hari Senin dan Rabu, sehingga kecanduan berbelanja warga Sydney bisa disuplai secara teratur.

Dan Prahran Market memang seperti merasakan panggung” teater makanan”. Pada tiap toko ditawarkan produk-produk bermutu. Di dalam laman resminya, dikatakan, “seluruh kuliner diciptakan dengan cinta oleh staf dengan asa sejati untuk apa yang mereka tawarkan”.

Pasar Prahran nampak membanggakan komunitasnya: beraneka toko sebagai bisnis milik keluarga. Yang sebagian di antaranya, dibangun semenjak sebagian generasi. Seusia dengan pasar itu.

Aku sempat memfoto toko-toko yang memasang tanggal mereka mulai berdagang di sana. Generasi paling terkini, seumpama tahun 1945 atau 1972. Amat susah untuk memilih yang ‘terbaik’ dari beraneka kwalitas yang mereka tawarkan. Pengunjung datang memenuhi toko-toko unggulannya.

Di pasar tadi ada sticker pengumuman soal rencana renovasi pasar yang dari bentuknya tampak kuat menyasar generasi zaman now yang di cetak sticker.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *